GP Ansor merupakan organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang fokus pada pengembangan pemuda, nilai keagamaan moderat, kebangsaan, dan kepedulian sosial.
Alasan Dibalik Penolakan GP Ansor
Ketua GP Ansor Jepara saat itu, H. Syamsul Anwar, menegaskan bahwa sikap tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas daerah, bukan untuk mengancam UAS. Kekhawatiran utama mereka adalah:
- Adanya atribut yang mirip bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang beredar di Jepara menjelang acara.
- Potensi acara tersebut ditunggangi atau digunakan untuk konsolidasi oleh eks-anggota organisasi terlarang HTI.
GP Ansor meminta kepolisian memastikan agar dalam kegiatan tersebut menampilkan Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sebagai bentuk komitmen, ribuan anggota Banser menggelar apel kebangsaan dan doa bersama di Lapangan Desa Ngabul, Jepara.
Pada akhirnya, UAS membatalkan jadwal ceramahnya di Pondok Pesantren Al-Husna Mayong, Jepara. Pihak UAS menyebut pembatalan akibat intimidasi, klaim yang dibantah oleh GP Ansor Jepara.
Artikel Terkait
Ressa Rizky Rossano Gugat Denada: Klaim Anak Kandung dan Tuntut Ganti Rugi Miliaran
Eggi Sudjana dan Pengkhianatan Politik: Analisis Sejarah & Pelajaran untuk Bangsa
Latihan Militer China, Rusia, Iran di Afrika Selatan: Tujuan, Agenda & Dampak Geopolitik
Kontroversi Garansi Allah BGN: Target Nol Keracunan Makan Bergizi Gratis 2026 Mungkinkah?