BISNIS PEKANBARU - Calon wakil presiden dari nomor urut 1 Muhaimin Iskandar tak segan-segan mencermati kebijakan perekonomian pemerintah, khususnya yang menyasar program “food estate” yang sudah lama ada, dalam debat di Jakarta, Minggu.
Inisiatif food estate, yang dimulai pada masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, bertujuan untuk mencapai kemandirian pasokan pangan dengan membuka lahan pertanian baru secara nasional.
Namun, Muhaimin berpendapat bahwa program tersebut terbukti gagal besar, menyebabkan kerusakan ekologis dan dampak minimal terhadap upaya ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Pemerintah Argentina Berhasil Menangkap dan Mendeportasi Keluarga Buronan Paling Dicari di Ekuador
“Dalam 10 tahun terakhir, program food estate telah meminggirkan petani dan masyarakat adat kita, memicu konflik agraria, dan menimbulkan bencana ekologi,” kata Muhaimin saat membuka acara di Jakarta Convention Center.
Pasangan Anies Baswedan tersebut lebih lanjut menuduh pemerintahan Joko Widodo mengabaikan petani dan mengabaikan kesejahteraan mereka.
“Petani adalah tulang punggung negara kita, tapi pemerintah mengabaikan mereka,” katanya.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara