Partai Gema Bangsa & Gerakan Rakyat: Analisis Lengkap 2 Parpol Baru 2026 dan Dampaknya Menuju Pemilu 2029

- Senin, 19 Januari 2026 | 21:25 WIB
Partai Gema Bangsa & Gerakan Rakyat: Analisis Lengkap 2 Parpol Baru 2026 dan Dampaknya Menuju Pemilu 2029

Partai Gema Bangsa dan Gerakan Rakyat: Dua Parpol Baru yang Warnai Awal 2026

Oleh: Rosadi Jamani

Awal tahun 2026 diwarnai dengan dinamika politik nasional yang menarik dengan lahirnya dua partai politik baru. Partai Gema Bangsa dan Partai Gerakan Rakyat secara resmi dideklarasikan, menambah jumlah partai politik terdaftar di Indonesia menjadi 78 parpol.

Profil dan Deklarasi Partai Gema Bangsa

Pada 17 Januari 2026, Partai Gema Bangsa dideklarasikan di JCC Senayan, Jakarta. Partai yang dipimpin oleh Ahmad Rofiq, mantan Sekjen Partai Perindo, ini mengusung tiga visi utama: Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn.

Gema Bangsa mengklaim diri sebagai wadah bagi rakyat yang lelah dengan politik transaksional. Meski demikian, partai ini telah menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk kontestasi Pilpres 2029. Partai ini telah mempersiapkan struktur dan kader sejak 2025 untuk menghadapi Pemilu 2029.

Profil dan Deklarasi Partai Gerakan Rakyat

Sehari kemudian, tepatnya 18 Januari 2026, giliran Partai Gerakan Rakyat yang dideklarasikan di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta Pusat. Partai ini dipimpin oleh Sahrin Hamid dengan M. Ridwan sebagai Sekretaris Jenderal.

Partai Gerakan Rakyat berevolusi dari organisasi masyarakat (ormas) yang telah berdiri sejak 2023. Momentum deklarasi ini terjadi dalam Rakernas I yang menggunakan musyawarah mufakat dan e-voting. Kehadiran Anies Baswedan sebagai anggota kehormatan dan pemberi orasi kebangsaan menjadi sorotan utama, menguatkan proyeksi partai ini sebagai kendaraan politik bagi Anies Baswedan menuju Pilpres 2029.


Halaman:

Komentar