Iran Siapkan Kuburan Massal untuk Tentara AS: Persiapan Perang atau Pesan Politik?

- Minggu, 01 Februari 2026 | 09:25 WIB
Iran Siapkan Kuburan Massal untuk Tentara AS: Persiapan Perang atau Pesan Politik?





Iran Siapkan Kuburan Massal untuk Tentara AS: Persiapan Hadapi Eskalasi?



Iran Siapkan Ribuan Kuburan untuk Tentara AS, Tanda Persiapan Perang?



Laporan eksklusif mengungkap langkah dramatis Iran menyiapkan lokasi pemakaman massal sementara bagi tentara Amerika Serikat di pinggiran Teheran. Inisiatif yang disebut sebagai "langkah belum pernah terjadi sebelumnya" ini disiapkan oleh organisasi Behesht Zahra, yang mengelola pemakaman terbesar di ibu kota.



Kesiapan Strategis Menghadapi Eskalasi


Divisi Hubungan Masyarakat Behesht Zahra menyatakan, lokasi yang memiliki kapasitas beberapa ribu kuburan ini adalah bagian dari persiapan proaktif. Persiapan ini merespon ketegangan regional dan aktivitas militer AS di kawasan. Meski tidak ada jadwal resmi, langkah ini menandakan tingkat kesiapan strategis Iran dalam skenario konflik potensial.



Dukungan Militer Rusia dan China untuk Iran


Laporan dari koresponden Aljazeera di Teheran, Nuruddin al-Daghir, menyebutkan pengiriman senjata dari Rusia dan China telah tiba di Iran. Pengiriman ini dilakukan sejak periode "Perang 12 Hari" pada Juni 2025. China disebut berperan memperkuat kemampuan rudal Iran, sementara Rusia rutin mengirimkan berbagai proyektil dan perlengkapan militer hampir setiap pekan.



Manuver Militer "Sabuk Keamanan" dan Pesan Politik


Dalam perkembangan terkait, Iran bersiap menggelar manuver militer laut bersama Rusia dan China yang dinamai "Sabuk Keamanan". Waktu pelaksanaan manuver rutin ini dinilai memiliki makna politik dan militer yang signifikan, memperkuat sinyal solidaritas dan kesiapan tempur di tengah ketegangan.



Latar Belakang: Konflik 12 Hari 2025


Eskalasi ini berakar pada serangan Israel yang didukung AS terhadap Iran pada 13 Juni 2025. Serangan selama 12 hari itu menargetkan lokasi militer, nuklir, dan sipil, serta membunuh sejumlah pemimpin dan ilmuwan. Iran membalas dengan menyerang markas militer dan intelijen Israel menggunakan rudal dan drone.



Komentar