Sementara Israel telah membebaskan sekitar 180 tahanan Palestin, dikutip dari Al Jazeera.
Upaya distribusi bantuan sebelumnya terhenti, dan lembaga-lembaga memperingatkan bahwa barang-barang yang mudah rusak semakin banyak di perbatasan Mesir.
Kini, di tengah kekacauan logistik akibat gelombang baru ini, mereka hanya mampu memberikan bantuan yang terbatas kepada masyarakat.
Pada hari Selasa setidaknya 750 truk telah melintasi perbatasan Rafah ke Gaza sejak hari Jumat.
Namun, pada hari Senin, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 200 truk bantuan akan dibutuhkan setiap hari selama dua bulan untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk.
Dibutuhkan lebih banyak bahan bakar agar badan PBB tersebut dapat memberi daya pada layanan-layanan penting seperti pabrik pengolahan limbah dan pabrik desalinasi air.
Meskipun gencatan senjata telah memberikan sedikit ruang bagi warga Palestina di daerah kantong yang terkepung untuk bernapas dan beristirahat dari hiruk-pikuk drone dan pesawat tempur, namun situasi kemanusiaan di sana sangat buruk.
Perang Israel telah membelah wilayah berpenduduk 2,3 juta jiwa menjadi dua.
Ketika serangannya ke wilayah utara semakin intensif, militer Israel memaksa penduduknya pindah ke selatan, dimana persediaan makanan, bahan bakar dan air sangat langka
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
MUI Dukung Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Gaza Trump: Syarat & Analisis Lengkap
Strategi Politik Jokowi: Rahasia Tak Pernah Kalah Menurut Prinsip Sun Tzu
Ressa Rizky Rossano Dituding Tolak Akui Anak, Mantan Istri Bongkar Fakta Pernikahan
Dharma Pongrekun Viral, Warganet Minta Maaf Usai Rilis Epstein Files: Fakta Lengkap