REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis (25/5/2023) telah memanggil duta besar Jerman, Swedia dan Denmark untuk memprotes kurangnya hasil penyelidikan untuk mengidentifikasi siapa yang meledakkan pipa gas Nord Stream tahun lalu. Beberapa ledakan bawah laut yang tidak dapat dijelaskan telah meledakkan pipa Nord Stream 1 dan pipa Nord Stream 2 yang menghubungkan Rusia dan Jerman, serta melintasi Laut Baltik pada September 2022.
Ledakan terjadi di zona ekonomi Swedia dan Denmark. Kedua negara mengatakan ledakan itu disengaja, tetapi belum menentukan siapa yang bertanggung jawab. Kedua negara serta Jerman sedang menyelidiki insiden tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan menuduh ketiganya sengaja mengulur-ulur waktu dan berusaha menyembunyikan siapa yang berada di balik ledakan itu. Moskow tidak senang dengan sifat buram dari penyelidikan dan penolakannya untuk terlibat dengan Rusia.
“Telah dicatat bahwa negara-negara ini tidak tertarik untuk menetapkan keadaan sebenarnya dari sabotase ini. Sebaliknya, mereka menunda upaya mereka dan berusaha menyembunyikan jejak dan pelaku sebenarnya dari kejahatan yang kami yakini terkenal di negara-negara," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
"Bukan kebetulan bahwa versi mustahil yang 'bocor' (tentang apa yang terjadi) dibuang di media untuk mencoba memperkeruh air," kata Kementerian Luar Negeri Rusia menambahkan.
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup