NARASIBARU.COM - Siswa MAN 1 Medan inisial MH (14 tahun) diculik, dianiaya, hingga dipaksa minum air liur 20 orang. Perlakuan tersebut membuatnya ingin pindah sekolah.
“Kejadiannya Kamis lalu (23/11). Jadi sekitar tiga atau empat hari itu sebelum itu, dia minta pindah sekolah. Saya tanya kenapa, dia bilang, ma, aku ini basic (ilmunya) di agama, pindahkan saja ke Mualimin atau Al-Washliyah,” kata Khairani, ibu MH, kepada kumparan pada Selasa (28/11).
Khairani mengatakan mulanya anaknya tak berterus terang namun ia terus berupaya bertanya.
“Katanya di-MAN banyak pelajaran umum. Fisika, kimia, dia enggak sanggup. Saya bilang, kan ada solusinya nak. Kita panggil guru les,” kata dia.
“Lalu saya bilang, atau kamu dibully? Kalau begitu, nanti mama datang ke sekolah. Tapi tunggu ayah kamu pulang tugas dinas. Kebetulan waktu itu ayahnya masih dinas ke Bandung,” jelasnya.
Kata Khairani, saat suaminya pulang, mereka juga belum sempat berkunjung ke sekolah untuk mempertanyakan hal tersebut. Peristiwa penganiayaan itu pun terjadi.
Namun, ia sangat mempertanyakan kejadian itu. Sebab, pelaku penganiayaan dan penculikan itu adalah siswa dan alumni dari MAN 1 Medan.
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas