Jusuf Hamka tercatat memiliki harta mencapai Rp15 triliun yang di antaranya berupa jalan tol di berbagai daerah. Tak hanya itu, ia juga mempunyai aset koleksi mobil mewah.
Di antaranya SUV Premium Audi E4 senilai Rp1,25 miliar, Hummer H3 Rp1,5 miliar, Rolls Royce Phantom Rp7,5 miliar, SUV Premium Audi Q7 Rp2 miliar dan Range Rover 5000 Rp3 miliar.
Sementara jalan tol yang merupakan miliknya pun terbilang banyak, yakni Tol Ir Wiyoto Wiyono Cawang-Tanjung Priok, Tol Pelabuhan, Jalan Tol Depok-Antasari, Ruas Tol Bogor Outer Ring Road, serta Tol Soreang-Pasirkoja.
Tak ketinggalan, Jusuf Hamka juga memegang kepemilikan atas Jalan Tol Waru-Juanda dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan.
Selain mengisi saham di CMNP, Jusuf Hamka juga menjabat sebagai komisaris di sejumlah perusahaan, yaitu PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, PT Citra Margatama Surabaya, dan PT Mitra Kaltim Resource Indonesia.
Ia pun aktif dalam kegiatan sosial dengan membangun Warung Podjok Halal yang menjual nasi kuning murah untuj kaum dhuafa
Siapa Pemilik CMNP?
CMNP awalnya didirikan oleh Siti Hardijanti Rukmana (SHR) atau yang lebih dikenal dengan nama Tutut Soeharto. Perusahaan ini menyimpan uangnya dalam bentuk deposito di Bank Yakin Makmur (Yama).
Namun, bank yang juga dimiliki olehnya terdampak krisis moneter hingga menerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dari pemerintah.
Lalu, yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan keluarga Jusuf Hamka di CMNP hanya 9,35 persen. Saham ini berasal dari anaknya, Fitria Yusuf sebanyak 4,42 persen dan Feisal Hamka 4,93 persen.
Jusuf sendiri tak ada dalam jajaran pemegang saham langsung. Begitu pun dengan Tutut Soeharto serta kerabatnya dari Keluarga Cendana.
Kepemilikan saham di CMNP rata-rata dipegang perusahaan yang terdaftar di Singapura, yakni BP2S SG/BNP Paribas Wealth Management Singapore Branch yang diketahui mencapai 58,95 persen.
Meski begitu, memang agak sulit mencari tahu siapa sosok di balik pemegang saham mayoritas CMNP atau pemilik perusahaan tersebut.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah