Selain sebagai ketua umum partai, Prabowo juga sudah menyatakan janji setianya masuk dalam jajaran koalisi pendukung pemerintahan Jokowi dan Maruf.
Menurutnya, hal ini lah yang membuat Jokowi dan Prabowo tampak semakin akrab terlebih menjelang Pilpres 2024.
"Saya liat sekarang Pak Jokowi lebih lepas, lebih enak bermanuver ketika jadi presiden saat ini karena ada dukungan dan backup dari Prabowo," kata Ujang.
Ujang menilai, Prabowo telah banyak membantu membackup berbagai kebijakan Jokowi dengan menggerakkan kekuatan yang dimiliki Gerindra di kursi parlemen.
Sikap tersebut mengisyaratkan bahwa Prabowo layak meneruskan estafet kepemimpinan Jokowi di Pilpres 2024.
"Itu namanya juga dinamika politik saat ini, Prabowo yang membuat pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin juga stabil karena Gerindra backup habis kebijakan-kebijakan Jokowi di Parlemen," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan politikus PDIP Effendi Simbolon akan dipanggil Dewan Kehormatan PDIP. Sebab, Effendi sempat menyatakan bahwa Prabowo Subianto cocok untuk menjadi presiden.
Menurut Hasto, kader PDIP mesti satu arah sesuai keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menetapkan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden yang diusung PDIP.
"Bagi yang tidak memberi dukungan (kepada Ganjar), Dewan Kehormatan langsung secara otomatis, secata sistematik, menjalankan tugasnya sehingga kedisiplinan partai ini sesuatu yang sifatnya mutlak," kata Hasto di Rumah Aspirasi Relawan, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7/2023).
"Akan dilakukan (pemanggilan Effendi) segera mungkin," tambah dia.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah