“KIB punya potensi bubar pasca-PPP gabung ke PDIP. Meskipun Golkar dengan PAN bisa saja mengusung kandidat sendiri Airlangga-Zulhas. Tapi sepertinya PAN tak sepercaya diri itu. Golkar terpaksa harus menanggung kepercayaan diri sendiri dan itu tentu tidak akan cukup (presidential threshold),” tutur Dedi.
Namun begitu, pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini berpandangan bahwa Golkar belum tentu bakal ikut PPP merapat ke PDIP. Golkar belum resmi menyatakan sikap politiknya karena masih berhitung secara politik.
Apalagi, kata Dedi, saat ini Airlangga Hartarto tengah digempur isu miring oleh pihak-pihak di internal Golkar yang mendorong Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Munaslub ini merupakan upaya penggulingan Airlangga dari kepemimpinannya yang sah dan konstitusional.
“Maka dalam situasi itu besar kemungkinan Golkar akan bergeser (dari KIB) dan pergeserannya belum tentu ke PDIP, tergantung siapa yang akan memenangi konflik di internal Golkar sekarang. Yang besar kemungkinan ada campur tangan dari Istana,” tandasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah