"Karena ini waktunya tidak banyak, tinggal menghitung berapa pekan ke depan jelang pendaftaran (Capres-Cawapres di KPU yang dibuka 10 Oktober 2023)," sambungnya menegaskan.
Oleh karena itu, Ali memandang kemungkinan terbaik bagi Partai Demokrat adalah bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM). Di mana sudah ada Partai Gerindra, Partai Golkar, dan PAN yang mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres.
Pasalnya, kandidat doktor politik Universitas Indonesia itu mengamati, SBY selalu Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sudah menemui Prabowo di kediamannya, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (17/9).
"Jadi terkait tanda-tanda bergabungnya Demokrat dengan Koalisi Indonesia Maju saya pikir sudah mendekati final, karena tidak ada opsi lain yang pintunya itu terbuka lebar dan ada chemistry selain ke Koalisi Indonesia Maju," tutur Ali.
"Ke Anies atau Koalisi Perubahan lagi juga enggak mungkin. Kalau ke merah (PDIP), ke Ganjar, problem sejarah antara Bu Mega dan Pak SBY itu juga belum selesai. Jadi yang paling realistis memang ke Koalisi Indonesia Maju, Koalisi Prabowo," tandasnya.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah