NARASIBARU.COM - Pegiat media sosial Lukman Simandjuntak mengungkapkan dugaan alasan PDIP diam terkait pengkhianatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan putra sulungnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Lukman mengatakan jika PDIP masih diam terkait pengkhiatan tersebut, maka bisa diduga posisi Gibran sebagai cawapres dari bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto merupakan strategi dua kali dari partai belambang banteng itu.
"Jika sampai sekarang PDIP masih diam-diam saja terkait pengkhianatan Jokowi dan Gibran, patut diduga ini tak lebih dari sekedar strategi dua kaki," ungkapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Selasa (24/10).
Pasalnya menurut Lukman, PDIP bisa melakukan 3 hal setelah pengkhianatan Jokowi dan Gibran. "1. Pecat Jokowi, dan Gibran (juga Boby) dari PDIP. 2. Tarik seluruh menteri PDIP. 3. Galang pemakzulan Jokowi," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bacapres Prabowo Subianto mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai bacawapres dari Koalisi Indonesia Maju untuk Pilpres 2024.
Artikel Terkait
KKN Jokowi di UGM Dipertanyakan: Koordinator Klaim Tidak Kenal Namanya?
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun ke BoP: Ironi dengan Bunuh Diri Siswa SD karena Tak Beli Buku
Prabowo Diminta Tuntut Erick Thohir Soal Dugaan Penyimpangan Aset BUMN
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?