Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, publik semakin memberikan penilaian kepada calon PDIP tidak konsisten, di mana Jokowi adalah kader PDIP, namun justru diserang oleh sesama kadernya.
"Ini salah satu bentuk kegagalan PDIP dalam mengelola dan membina kadernya. Publik semakin tidak percaya lagi kepada PDIP karena di internalnya sendiri semrawut dan kacau," terang Saiful.
Akibatnya, masih kata Saiful, publik semakin tidak simpati kepada PDIP. Seharusnya jika PDIP memiliki wibawa di hadapan kader, maka dapat membina kadernya dengan baik.
"Sehingga tidak perlu terjadi pembangkangan bahkan saling serang di antara kader," pungkas Saiful.
Sum: RMOL
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah