Kekhawatiran MSCI yang Diterjemahkan Pasar
MSCI secara terbuka menyuarakan kekhawatiran terhadap tingkat investability pasar saham Indonesia, terutama terkait:
- Free float yang terbatas
- Likuiditas pasar
- Konsentrasi kepemilikan
- Konsistensi regulasi
Kekhawatiran ini diterjemahkan pasar sebagai sinyal negatif kuat, memicu aksi jual massif—terutama di saham-saham berkapitalisasi besar—hingga IHSG terjun bebas dan memaksa BEI mengaktifkan trading halt.
Konteks Geoekonomi Global dan Peringatan untuk Pemerintah
Yanuar menarik konteks yang lebih luas, menyamakan kondisi saat ini dengan perang ekonomi era 1980-an. Peristiwa ini disebutnya harus menjadi alarm keras bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak meremehkan permainan dan pengaruh hedge fund global di pasar keuangan nasional.
Dia juga mengaitkannya dengan posisi Indonesia di kancah global, termasuk masuknya Indonesia ke Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump dan sikap tegas Indonesia mengenai Israel, sebagai pesan geopolitik yang kuat.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara
Impor Barang Bekas ke RI Meledak, dari 7 Ton jadi 3.600 Ton