Saat ini belum ada yang bisa menjamin apakah minyak jelantah dapat terus-menerus dikumpulkan untuk kebutuhan produksi biofuel.
“Dari hasil penelitian kita juga melihat bahwa lebih dari 70 persen masyarakat itu masih membuang minyak jelantah ke pembuangan air secara langsung,” Refina.
Baca Juga: Rajin Impor Minyak Jelantah dari China, UE Diprotes Penggiat Lingkungan
Ia juga menyoroti kurangnya lembaga yang mengumpulkan minyak jelantah secara serius.
“Kebanyakan pengumpul minyak jelantah yang ada sekarang ini akhirnya menjual atau mengekspor,”
Minyak jelantah bisa menjadi jawaban untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia dan mengurangi dampak lingkungan.
Namun, tantangan dan upaya bersama dari pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diperlukan agar potensi minyak jelantah dapat dimaksimalkan menjadi alternatif bahan bakar yang berkelanjutan.
Bahan Bakar Bioavtur
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sawitku.id
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara