Perusahaan otomotif Toyota Motor Corp sejatinya akan untuk memulai produksi pada Senin (1/1), tetapi rencana tersebut dibatalkan setelah gempa di Jepang bagian tengah, kata Presiden Koji Sato kepada wartawan di Tokyo.
Mereka akan memutuskan waktu pelaksanaannya pada hari Minggu. Dikabarkannya juga bahwa 10 dealer di Prefektur Ishikawa yang terkena dampak gempa tidak dapat beroperasi.
Perusahaan otomotif ini, yang berencana mengirim barang bantuan darurat seperti air dan kendaraan segala medan ke daerah yang terkena dampak gempa, telah menghadapi serangkaian masalah produksi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Guru Musik Divonis 20 Tahun Penjara Atas Pembunuhan Seorang Mahasiswa Ubaya
Perusahaan tersebut menghentikan sebagian produksi domestiknya di Jepang selama 10 hari pada Oktober tahun lalu setelah ledakan di pabrik salah satu pemasoknya yang menyebabkan kekurangan suku cadang.
Pada Maret 2022, serangan siber terhadap pemasok lain mengakibatkan berhentinya produksi di semua pabriknya di Jepang.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bisnispekanbaru.com
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara