Baca Juga: Pernah Jadi Kota Intoleran, Kini Bima Arya Dapat Penghargaan Kepemimpinan Toleransi Terbaik
Program pembangunan daerah difokuskan pada sektor pertanian dan pariwisata.
"Populasi yang besar tentu saja membuat masalah tersendiri, terutama dalam bidang teknologi. Kami telah berupaya bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), namun perlu ditingkatkan," ujarnya.
Dalam Focus Group Discussion, Adi juga memaparkan adanya pola kerja yang menarik di Sukabumi, yang dapat menjadi tambahan data untuk tim penyusun Ekosistem Kemitraan Vokasi JABAR dan Banten, terutama terkait dengan aspek nilai.
Baca Juga: Tawuran Marak Terjadi di Bogor, Psikolog Ini Bilang Proses Pencarian Jati Diri
Ia menjelaskan bahwa dalam bidang pertanian, masyarakat di Kabupaten Sukabumi memiliki budaya kerja yang mengakar dalam sejarah, di mana waktu kerja dimulai dari pagi hingga siang hari.
"Implikasi dari etos kerja ini adalah persepsi bahwa pembangunan besar cenderung mempekerjakan tenaga kerja dari luar wilayah ini, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini adalah aspek yang harus diubah, dan pendidikan diharapkan dapat mengubah budaya dan persepsi tersebut," pungkas Adi.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metropolitan.id
Artikel Terkait
Riza Chalid: Profil, Kasus Korupsi Pertamina, dan Status Buronan Interpol
Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi: Penyebab, Investigasi, dan Fakta SUV Bensin Turbo
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Penjual Es Gabus
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, Diperiksa 4 Februari 2026