Gas Air Mata Masuk Rumah Warga, Ibu-Ibu Ngamuk Usir Aparat Pakai Sapu Lidi

- Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:20 WIB
Gas Air Mata Masuk Rumah Warga, Ibu-Ibu Ngamuk Usir Aparat Pakai Sapu Lidi


Gas air mata yang ditembakkan aparat ke arah demonstran pada 28 Agustus 2025 ikut masuk ke pemukiman warga Petamburan dan memicu kemarahan ibu-ibu setempat.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial X, terlihat sekelompok ibu-ibu menghadang aparat kepolisian yang masuk ke wilayah perkampungan sambil membawa sapu lidi di tangan.

Mereka meminta aparat segera mundur karena gas air mata yang ditembakkan sudah membuat warga, termasuk anak-anak dan perempuan hamil, kesulitan bernapas.

Seorang ibu berbaju hijau dalam video itu terdengar lantang menegur aparat yang berdalih sedang mengamankan demonstrasi.

"Ya kalau mau ke sono, ngapain ke rumah warga? Jagain aja MPR, ngapain ke sini?" ucapnya dengan nada tinggi.

Ibu-ibu lain juga menimpali bahwa di pemukiman terdapat banyak bayi, lansia, dan orang sakit yang justru menjadi korban gas air mata.
"Kalau kena panas banget lho, pak. Ini lagi hamil lho, pak," sahut suara seorang perempuan yang ikut dalam barisan.

Pernyataan itu semakin menegaskan keresahan warga bahwa tindakan aparat tidak hanya berlebihan, tapi juga membahayakan nyawa masyarakat sipil.

Di tengah suasana kacau, seorang ibu lain bahkan terlihat mengacungkan sapu lidi ke arah aparat sebagai simbol perlawanan.

Aksi itu membuat aparat terpojok karena keberanian para perempuan yang melindungi keluarganya di garis depan tanpa rasa takut.

Unggahan tentang ibu-ibu Petamburan ini pertama kali dibagikan akun X @@toketriot yang menyebut dirinya ikut berada di lokasi kejadian.

"Bareng ibu-ibu warga Petamburan, aku ikut melawan dan mengusir aparat dari pemukiman. Suara teriakan bercampur asap gas air mata yang menyengat," tulisnya.

Ia menambahkan bahwa tubuh-tubuh perempuan maju ke depan demi melindungi rumah, keluarga, dan anak-anak mereka.

Menurutnya, keberanian ibu-ibu Petamburan berdiri menghadang aparat adalah tanda bahwa negara telah kehilangan legitimasi di mata rakyat.

Video itu sengaja diburamkan demi keamanan, tetapi narasi yang menyertainya membuat banyak orang terenyuh sekaligus marah.

Aksi heroik ibu-ibu Petamburan juga menarik perhatian artis Zaskia Adya Mecca yang ikut membagikan ulang video tersebut di Instagram.

"Rasanya pengen ngomong, 'EMAK GUE NIH! Yang mundurin barisan polisi pake SAPU LIDI'. Makasihhh bu, kami semua merasa terlindungi atas sikapnya!" tulis Zaskia.

Ia bahkan memberi peringatan bahwa aparat harus hati-hati jika barisan para ibu-ibu berdaster sampai turun ke lapangan.

Unggahan Zaskia pun banjir komentar warganet yang memberikan dukungan penuh terhadap keberanian ibu-ibu Petamburan.

"'Ya kan kita mengamankan.' Dengan cara apa? Nembakin rumah warga pake gas air mata? Ngelindes warga? Segitunya ngebela DPR dan pejabat, heran," tulis seorang netizen.

Komentar lain menyebut ibu-ibu memang ras terkuat di muka bumi karena spirit mereka dalam melindungi keluarga tak bisa ditandingi.

"Daripada para penjahat negara yang dapat bintang jasa, mending ibu ini yang layak mendapatkannya. Salut dengan keberanian menghadapi aparat cuma dengan sapu," imbuh warganet lain.

Kemarahan warga Petamburan menjadi potret nyata betapa dampak demonstrasi kali ini tidak hanya dirasakan oleh buruh dan mahasiswa, tetapi juga masyarakat sipil yang tidak ikut aksi.

Demonstrasi besar pada 28 Agustus 2025 itu sendiri merupakan gabungan buruh dan mahasiswa yang menuntut kenaikan upah minimum, penolakan outsourcing, serta menolak undang-undang yang dianggap merugikan rakyat.

Aksi yang awalnya berjalan damai akhirnya pecah ricuh setelah aparat melakukan tindakan represif terhadap massa.

Tragedi semakin memuncak setelah seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan meninggal dunia usai dilindas mobil rantis Brimob.

Peristiwa itu memicu gelombang kemarahan publik di media sosial dan melahirkan momen-momen perlawanan warga yang viral.

Sumber: suara
Foto: Personel polisi menghalau pengunjuk rasa saat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Komentar