“Itulah sebabnya kita menciptakan Indonesia sebagai negara religius Nation state, bukan Islamic Nation State. Tuhan kita berbeda-beda di antara pemeluk agama dan disitu kita dipersatukan oleh keberbedaan.”
“Apa ciri religius nation state itu? Satu toleran. Toleran terhadap perbedaan, menganggap perbedaan itu adalah ciptaan Tuhan. Seperti difirmankan Tuhan, kalau Allah mau kamu semua ini saya jadikan satu jenis beragama Islam semua,” katanya.
Mahfud mencontohkan Allah Ta’ala bisa saja menjadikan Indonesia menjadi satu jenis menjadi orang batak semua seperti Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan atau orang bugis seperti mantan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12, Jusuf Kalla.
“Kalau saya mau, saya jadikan satu jenis menjadi orang Batak semua, seperti pak Emirsyah (Tambunan) atau orang Bugis semua seperti Pak Jusuf Kalla, tapi saya tidak mau menjadikan kamu itu sama termasuk agamamu. Kalau saya (Allah) mau jadikan satu tetapi sengaja saya ciptakan kamu berbeda, saya ciptakan kamu berbeda agar apa? Agar kamu berlomba untuk saling berbuat baik wa fastabiqul khairat,” ungkap Mahfud.
“Ini menjadi dasar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang religius nation state berdasar Pancasila itu,” pungkasnya. [IndonesiaToday/Oke]
Sumber: nasional.okezone.com
Artikel Terkait
Fakta Nama Sri Mulyani di Epstein File: Ternyata Terkait Jabatan di Bank Dunia, Bukan Kasus Kriminal
Kasus Ijazah Jokowi: Kuasa Hukum RRT Sebut Persidangan Masih Jauh, Ini Alasan dan Timeline
Farhat Abbas Ungkap Eggi Sudjana Ingin Damai Soal Kasus Ijazah Jokowi: Fakta Terbaru
MUI Dukung Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Gaza Trump: Syarat & Analisis Lengkap