NARASIBARU.COM - Amerika Serikat (AS) menyiagakan sekitar 10.000 personel militer di Laut Karibia, menyusul ketegangan dengan Venezuela. Mereka adalah pasukan Marinir atau angkatan laut yang siaga di kapal perang maupun di Puerto Rico.
Dalam beberapa pekan terakhir, AS melancarkan serangan berulang kali untuk menghancurkan kapal-kapal di lepas pantai Venezuela, yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba.
Menurut otoritas AS, operasi ini merupakan bagian dari upaya untuk memerangi kejahatan transnasional dan perdagangan narkoba.
Surat kabar The New York Times pada Rabu (15/10/2025) melaporkan, pemerintahan Trump diam-diam mengiznkan badan intelijen CIA melakukan misi rahasia di Venezuela, termasuk serangan mematikan di dalam negeri.
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Satpam SMP di Luwu Utara Dihajar Murid Saat Tegur Bolos: Kronologi & Fakta Polisi