Situasi keamanan di Venezuela dilaporkan semakin tegang pasca operasi pasukan khusus AS yang disebut menewaskan puluhan orang. Presiden AS kala itu, Donald Trump, sebelumnya mengklaim bahwa Venezuela kini berada di bawah kendali Amerika Serikat dan menyatakan keinginannya untuk mengunjungi negara tersebut di masa depan.
Respons Pemerintah Venezuela
Menanggapi peringatan keamanan dari AS, Kementerian Luar Negeri Venezuela membantah keras laporan tersebut. Pemerintah Venezuela menyebutnya sebagai upaya menciptakan ketakutan yang tidak berdasar dan propaganda palsu.
"Berdasarkan laporan palsu yang bertujuan menciptakan persepsi risiko yang sebenarnya tidak ada. Situasi di negara kami dalam keadaan baik dan kondusif," tegas pernyataan resmi Kemenlu Venezuela.
Kondisi Nicolás Maduro dan Imbauan Evakuasi
Sementara itu, terkait kondisi Nicolás Maduro yang ditahan, putranya, Nicolás Maduro Guerra, menyatakan dalam video bahwa ayahnya dalam kondisi baik. Deplu AS menekankan, imbauan untuk segera meninggalkan Venezuela disampaikan seiring dengan dibukanya kembali beberapa rute penerbangan internasional dari negara tersebut, yang memungkinkan proses evakuasi.
Artikel Terkait
Java FX: Platform Trading Forex Terpercaya dengan Edukasi Lengkap untuk Trader
Viral BMW Putih Pelat Dinas Kemhan 51692-00 Ngebut, TNI AU: Itu Palsu!
Gamis Bini Orang 2025: Tren Viral & Harga Terjangkau di Tanah Abang
Review Polytron Fox R: Motor Listrik Ojol 200 Km Cuma Rp 10 Ribu, Benarkah?