Menyusul pernyataan tersebut, AS telah mengumpulkan kekuatan militer signifikan di kawasan, termasuk mengirimkan kapal induk tambahan, ribuan personel, pesawat tempur, kapal perusak berpeluru kendali, serta aset tempur lainnya yang mampu melakukan serangan sekaligus pertahanan.
Pernyataan Terbuka dan Opsi di Atas Meja
Presiden AS bahkan secara terbuka menyebut kemungkinan perubahan pemerintahan di Iran, dengan menyatakan hal itu "mungkin menjadi hal terbaik yang bisa terjadi."
Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menegaskan bahwa semua opsi masih terbuka, termasuk pengerahan kekuatan militer dan operasi berkepanjangan di Iran. "Presiden memiliki semua opsi di atas meja terkait Iran. Ia mendengarkan berbagai pandangan, tetapi keputusan akhir diambil berdasarkan kepentingan terbaik bagi negara dan keamanan nasional," kata Kelly.
Peringatan Balasan dari Iran
Di sisi lain, Iranian Revolutionary Guard telah memperingatkan bahwa jika wilayahnya diserang, mereka siap membalas dengan menyerang seluruh pangkalan militer AS di Timur Tengah. Sebelumnya, ketika AS melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, Teheran membalas dengan serangan terbatas terhadap pangkalan AS di Qatar.
Ketegangan ini menandai babak baru yang berisiko tinggi dalam hubungan kedua negara, dengan potensi konflik yang dapat meluas dan berlangsung dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Insiden Bnei Brak: Dua Tentara Wanita IDF Dikejar Massa Haredi, Politikus Israel Kutuk
Barack Obama Tegaskan Alien Nyata, Bantah Teori Area 51: Fakta & Wawancara
Kasus Ijazah Jokowi: Analisis Dampak Politik, Respons Tokoh & Perkembangan Terkini
Eggi Sudjana Bongkar Pertemuan Rahasia dengan Jokowi: SP3 Ijazah hingga Nasihat Kesehatan