Menurutnya, sosok tersebut seharusnya tak memutuskan renovasi berdasarkan dengan kehendak sendiri apalagi dasarnya pandangan pihak yang kurang memiliki pengetahuan terkait dengan infrastruktur sepak bola. Efek dilakukannya hal tersebut adalah polemik yang berkepanjangan.
Sejumlah pihak diketahui menilai bahwa ada politisasi dalam renovasi ini. Ini menyusul bagaimana stadion tersebut merupakan salah satu rekam jejak dari Bakal Calon Presiden Koalisi Perubahan, Anies Baswedan.
"Sekarang udah kadung masuk politis jadinya sekalian aja lobby FIFA," tuturnya.
Sementara itu, Erick Thohir sendiri menyangkal ada politisasi dalam renovasi dari JIS. Ia menilai bahwa perombakan stadion tersebut telah sesuai dengan instruksi yang datang dari FIFA. Selain itu, hal tersebut juga bagian dari upaya pemerintah untuk menyukseskan ajang dari Piala Dunia U-17.
"Kita di PSSI tidak mungkin bermain di isu politik, kita ingin sukses U-17. Saya bersabar tidak ingin statement yang lebar. Tentu dengan surat tertulis FIFA ini keberlanjutan dari ratas [rapat terbatas] dan ini makanya ada renovasi," ucap Erick Thohir.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Dharma Pongrekun Viral, Warganet Minta Maaf Usai Rilis Epstein Files: Fakta Lengkap
Jeffrey Epstein dan Putin: Fakta Upaya Dekat, Visa, hingga Tawaran Informasi Trump
Trauma PTSD Denada: Adik Ungkap Reaksi Syok Saat Ditanya Ayah Kandung Ressa
Denada Ganti Bio Instagram Usai Akui Ressa Rizky, Netizen: Gimmick?