Melansir us.norton.com, istilah “juice jacking” pertama kali diciptakan pada 2011 setelah para peneliti membuat stasiun pengecasan umum yang memang sengaja bertujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang risiko kejahatan siber. Saat seseorang menyambungkan gadget mereka, akan muncul peringatan keamanan bahwa gadget itu telah terhubung dengan stasiun pengecasan.
Sebagai contoh pembuktian konsep lainnya yang menyoroti risiko juice jacking, pakar keamanan pada konferensi keamanan Black Hat 2013 mempresentasikan “Mactans”—sebuah porta USB pengisi daya yang terpasang pada dinding yang dapat menyebarkan malware di perangkat iOS. Lalu November 2019, Kantor Kejaksaan Negeri Los Angeles turut menyerukan peringatan kepada para pelancong tentang modus penipuan lewat pengisian daya USB.
Secara konsep, juice jacking terbukti secara teknis bisa dilakukan walau belum ada kasus nyata terkait metode kejahatan siber itu. Meskipun belum menjadi ancaman yang meluas, memahami risiko juice jacking secara dini adalah langkah brilian mengingat kebutuhan setiap orang untuk menjaga gadgetnya tetap menyala.
Apple dan Google sejatinya telah menambahkan fitur keamanan tambahan ke sistem operasi iOS dan Android untuk membantu mencegah juice jacking. Akan tetapi, langkah-langkah berikut dapat lebih menjaga lagi gadget pengguna dari ancaman juice jacking:
Pilihan editor: 12 Cara Menghindari Phishing, Jangan Lakukan Hal Ini
NIA HEPPY | SYAHDI MUHARRAM
Sumber: tempo.co
Artikel Terkait
Meteo MSN: Cek Cuaca Akurat & Real-Time untuk Aktivitas Harian
Java FX: Platform Trading Forex Terpercaya dengan Edukasi Lengkap untuk Trader
Viral BMW Putih Pelat Dinas Kemhan 51692-00 Ngebut, TNI AU: Itu Palsu!
Gamis Bini Orang 2025: Tren Viral & Harga Terjangkau di Tanah Abang