Lebih dari seribu kasus sensor online di lebih dari 60 negara telah diidentifikasi oleh HRW.
Dengan pola utama sensor melibatkan penghapusan konten, penangguhan atau penghapusan akun, serta pembatasan kemampuan pengguna untuk terlibat dengan konten tertentu.
Baca Juga: Dampak perang di Gaza: Palestina alami krisis ekonomi dan konektivitas internet semakin memburuk
Laporan tersebut mendokumentasikan bahwa Meta menggunakan kebijakan "organisasi dan individu berbahaya" secara menyeluruh untuk membatasi pembicaraan seputar permusuhan antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina.
Selain itu, HRW menyatakan bahwa Meta tidak konsisten dalam menerapkan kebijakan kelonggaran terhadap konten yang melanggar aturan mereka namun memiliki nilai berita tinggi.
HRW juga mencatat bahwa Meta gagal mematuhi komitmennya untuk melakukan perubahan terkait moderasi konten pada tahun 2022.
Baca Juga: Siasat licik! Israel perkuat serangan ke Palestina sembari berencana bangun pemukiman baru
Dalam konteks ini, laporan merinci dampak buruk moderasi konten Meta terhadap hak asasi manusia, khususnya hak-hak para pengguna di Palestina.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: unews.id
Artikel Terkait
Ancaman Militer AS ke Iran: Analisis Dampak Diplomasi Hegemoni & Solusi Global
Saif al-Islam Gaddafi Tewas Ditembak: Kronologi, Profil, dan Dampaknya bagi Libya
SMA Siger Bandar Lampung Izinnya Ditolak, Siswa Harus Pindah Sekolah
Presiden Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Gabung Board of Peace, Dapat Dukungan Ormas Islam