Sebab sosok mantan sekretaris Provinsi Sulut yang kini menjadi tokoh masyarakat BMR sangatlah dicintai dan disegani masyarakat di Kotamobagu dan Bolmong. Nantinya, Mokodongan akan ditopang dua Caleg milenial yakni Amalia Landjar dan Angelia Wenas dan sejumlah calon lainnya dalam mendulang suara di BMR. “Kita targetkan 18 kursi di DPRD Provinsi,” tandas Ketua PD Sulut, saat pendaftaran Caleg pada pekan lalu.
Di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga pastinya mempunyai impian yang sama. Apalagi, Ketua DPD Partai Gerindra Sulut Conny Lolita Rumondor telah menargetkan 20 kursi di DPRD Provinsi Sulut. Pastinya, partai yang mencalonkan Prabowo Subianto sebagai presiden Indonesia akan bekerja keras untuk meraup suara di BMR. Sjenny Kalangi dan Herry Coloay adalah Celeg yang paling diandalkan untuk mendulang suara di tanah Totabuan.
Apalagi di pencalonan ini akan menjadi istimewa bagi Sjenny karena jika terpilih akan memecahkan rekor 5 periode berturut-turut. Support suara juga pastinya akan disumbangkan Caleg lainnya seperti Meidy Lapod, Irvan Manggo, Yunan Balamba, Chintya Pulukadang, Alfin Manus, Iswadi Gaib, Andre Wengkang dan Randi Talibo.
Selain keempat partai ini, peluang yang lain juga tentu berbuka lebar. Beberapa partai yang akan menjadi kuda hitam di BMR yakni Nasdem, PKB, PKS dan PSI. Lalu bagaimana peluang keempat partai ini?.
Nasden sebenarnya menjadi partai pemenang kedua di Pileg 2019 lalu. Namun dalam pemilihan kali ini, partai besutan Surya Paloh ini mulai ditinggalkan beberapa kader karena beda pandangan politik. Sebut saja Muhammad Wongso yang pindah di PDIP dan beberapa kader anggota DPRD Kabupaten seperti Yansen Mokoginta. Namun bukannya habis harapan, Nasdem masih memiliki calon Incumbent I Nyoman Sarwa yang memiliki peluang merebut simpati etnis Bali di Dumoga.
Sementara itu, PKB menjadi partai yang diprediksikan tetap mendapatkan kursi di DPRD Provinsi melalui Dapil BMR. Partai ini masih mengandalkan Yusra Alhabsyi SE sebagai incumbent di DPRD Provinsi. Sebab berkaca pada Pileg 2019, suara Ketua Ansor Sulut ini merata di semua kabupaten dan kota di tanah Totabuan. Selain Yusra, suara PKB akan ditopang beberapa calon seperti Hamri Mokoagow, Sandra Pontoh dan Ervina Paputungan.
PKS dan PSI juga dipastikan akan memberikan perlawanan sengit di Dapil BMR. Sebagai pendatang baru Mohammad Mokoagow pasti bisa diandalkan PKS. Sebab sepak terjang ketua PKS Bolmong ini tidak diragukan lagi karena sudah 3 periode menjadi anggota DPRD Bolmong. Begitu juga dengan Irvan Basri. Memiliki modal 42 ribu saat pemilu 2019, pendiri komunitas Kawan Perubahan bakal menyedot dukungan masyarakat dalam menyumbangkan suara untuk PSI.
Tokoh Pemuda Bolmong Adriadi Paputungan menilai dominasi PDIP masih akan terjadi di Pileg 2024. Namun tak menutup kemungkinan Partai Golkar, Partai Demokrat dan Gerindra akan menjadi pesaing untuk PDIP dalam memperebutkan 10 kursi di Dapil BMR.
“Para pejabat kepala daerah di Bolmong, Bolmut dan Kotamobagu pastinya akan menjadi penentu. Selain itu, basis pemilih di Bolmong dan Kotamobagu patut diperhitungkan karena kedua daerah ini merupakan lumbung suara di BMR,” tutupnya. (Jackly Makaraung)
Sumber: manadopost.jawapos.com
Artikel Terkait
Suami Wardatina Mawa Akui Sudah Menikah dengan Inara Rusli, Tunjukkan Bukti: Maskawin-Saksi Nikah
Menhan Sjafrie Warning Bahaya! Ada Negara dalam Negara, TNI Langsung Disiagakan Amankan Bandara IMIP
Isu Bandara Ilegal PT IMIP Diungkap, Said Didu: Pintu Masuk Skandal Tambang Era Jokowi?
Cara Download Snack Video Tanpa Watermark Tercepat dan Paling Mudah 2026