Hunian Vertikal Murah di Atas Pasar Bagi Buruh dan Pekerja Informal
Sebagai bakal calon legislatif (bacaleg), Partai Buruh Bantul, Tunas akan bertarung di wilayah yang secara kultur lebih dekat dengan kultur mertuanya. Menolak menyebutkan nama mertuanya, Tunas mengatakan, bagaimanapun juga, khusus di Kecamatan Sewon ia akan banyak berkolaborasi dengan kaum santri.
Sementara, di Kecamatan Bantul Kota, Tunas mengaku akan banyak berjejaring dengan para pemimpin serikat buruh dan organisasi-organisi pekerja informal seperti persatuan pedagang pecel lele, pedagang pasar, dan pekerja serabutan.
Menurut Tunas, data menunjukkan bahwa kemiskinan di Dapilnya masih cukup tinggi. Yang berarti musti ada kolaborasi yang kuat antara kultur santri dan kultur buruh serta pekerja informal untuk sama-sama keluar dari masalah kemiskinan.
“Data BPS 2022 menyebutkan, ada 130 ribuan penduduk miskin di Bantul dan 70 persen tinggal di perkotaan, itu artinya di Dapil saya, yakni di Kecamatan Sewon dan Kecamatan Bantul Kota, masih banyak yang miskin. Jadi sudah jelas kan apa yang harus saya perjuangkan,” kata Tunas.
Penyumbang terbesar kemiskinan adalah masih rendahnya pendapatan masyarakat namun harga makanan dan rumah tinggal serta kos-kosan naik lebih cepat dari rata-rata kenaikan pendapatan.
Maka menurut Tunas, selain isu-isu perburuhan, ada hal yang spesifik dan sangat lokal, bagaimana menaikkan pendapatan masyarakat di Dapil 1 Bantul dan mengurangi pengeluarannya.
“Kita akan mendorong hunian vertikal yang dibangun di atas pasar khusus untuk buruh dan pekerja informal. Kami sudah bicara dengan otoritas dan developer di Bantul, hanya itu yang mungkin untuk menurunkan biaya kos-kosan atau hunian di Sewon dan Bantul Kota. Kenapa di atas pasar? Agar belanja sembako juga murah,” jelas Tunas.
Menurut Tunas, dengan isu hunian dan sembako murah, pada akhirnya buruh dan pekerja informal akan memiliki alokasi lebih untuk makin memutar sumber-sumber pendapatan lainnya.
“Kalau hunian murah dan mudah dijangkau, otomatis akan menciptakan pusat-pusat ekonomi kecil baru, itu sudah pasti,” kata Tunas.
Dan yang tidak kalah penting, menurut Tunas, adalah memastikan buruh mendapat seluruh jaminan sosial yang telah ditetapkan UU. Dan bagi pekerja informal ia akan berjuang untuk bisa mendapatkan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan hari tua.
Sumber: kumparan.com
Artikel Terkait
Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet F-16 Ukraina: Analisis Klaim dan Dampak Perang
Meteo MSN: Cek Cuaca Akurat & Real-Time untuk Aktivitas Harian
Java FX: Platform Trading Forex Terpercaya dengan Edukasi Lengkap untuk Trader
Viral BMW Putih Pelat Dinas Kemhan 51692-00 Ngebut, TNI AU: Itu Palsu!