Surat kabar Yoedioth Ahronoth melaporkan bahwa Netanyahu mengadakan pertemuan tingkat tinggi yang membahas kemungkinan ICC akan menangkap dirinya. Laporan itu mengatakan Netanyahu mengantisipai pengadilan akan bertindak atas perintah jaksa Karim Khan untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan segera.
"Netanyahu mengadakan diskusi tingkat tinggi pada Selasa malam tentang kemungkinan bahwa ICC akan mengindahkan permintaan kepala jaksa penuntut, Karim Khan, dan segera mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dia dan Gallant," kata surat kabar Yedioth Ahronoth.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kehakiman Yariv Levin, Menteri Urusan Strategis Ron Dermer dan Jaksa Agung Gali Baharav-Miara. Perdana Menteri Israel itu khawatir dirinya akan ditangkap sebelum berpidato di hadapan Kongres AS pada 24 Juli mendatang.
"Netanyahu mengantisipasi pengadilan akan bertindak atas permintaan jaksa dan mengeluarkan surat perintah segera, bahkan mungkin sebelum pidatonya di depan Kongres AS pada 24 Juli," kata harian itu.
Meskipun AS bukan anggota ICC, menerima Netanyahu meskipun ada surat perintah penangkapan internasional dapat menimbulkan kritik. Israel juga bukan anggota mahkamah tersebut, sedangkan Palestina diterima menjadi anggota pada tahun 2015.
ICC, yang didirikan pada tahun 2002, merupakan badan internasional independen yang tidak berafiliasi dengan PBB atau lembaga internasional lainnya, dan keputusannya mengikat.
"Secara historis, proses ini memakan waktu antara satu hingga delapan bulan. Januari adalah waktu paling lambat dalam kasus ini," kata surat kabar tersebut.
Artikel Terkait
Said Didu Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Reformasi Polri hingga Gaza
Daftar Lengkap Nama Besar dalam Dokumen Epstein: Elon Musk, Pangeran Andrew, hingga Richard Branson
Iran Siapkan Kuburan Massal untuk Tentara AS: Persiapan Perang atau Pesan Politik?
Ancaman Pistol Ussama, Ayah Tiri Denada, Saat Serah Terima Bayi Ressa 24 Tahun Lalu