Namun demikian, Adi membaca, Jokowi terkesan tidak nyaman berpolitik di PDIP. Ada sejumlah alasan mengenai hal ini salah satunya pernyataan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri soal petugas partai.
“Jokowi itu sepertinya memang rada-rada kurang ‘at home’ ya kalau bicara politik apa pun di PDIP, serasa bukan di rumahnya,” ujarnya.
“Saya merasa ada jarak psikologis yang sepertinya membuat Pak Jokowi itu enggak happy karena diposisikan sebagai orang yang selalu menjadi petugas partai, jadi Jokowi itu sadar betul,” sambungnya.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menilai Jokowi ingin ditampilkan sebagai seorang kepala negara dan kepala pemerintahan sebuah negara.
“Padahal Jokowi itu adalah presiden yang dipilih oleh ratusan juta, kira-kira, pemilih di Indonesia yang tidak bisa disubordinasi di bawah partai,” jelas Adi.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah