Pidato dan Citra Publik yang Dibangun
Dokter Tifa juga menyoroti pidato Jokowi yang diulang-ulang dengan suara parau. Ungkapan "Saya masih sanggup" yang berkali-kali disampaikan dinilainya sebagai ekspresi psikologis yang ingin membangun citra ketegaran di tengah kondisi sakit.
"Pada dasarnya, dia memaksakan diri tampil di panggung PSI... untuk tampil sebagai 'si sakit yang terus disakiti'," lanjutnya.
Respons Publik dan Komoditas Politik
Dokter Tifa menilai respons publik terhadap penampilan Jokowi justru banyak yang sinis. Ia menutup kritiknya dengan pernyataan kuat bahwa kondisi kesehatan telah menjadi komoditas politik.
"Dunia baginya seakan tak pernah cukup, dan yang membatasi tampaknya hanya mati," pungkas Dokter Tifa.
Kehadiran Jokowi dalam rakernas partai politik terus menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pengamat dan publik, menyisakan pertanyaan tentang motivasi dan strategi di baliknya.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno: Pertemuan Malam Bahas Pemilu dan Hukum
Gatot Nurmantyo Dikritik Petisi Ahli: Pernyataan Adu Domba Kapolri-Presiden Melemahkan Polri
Jokowi Dikritik Mantan Relawan: Ingkar Janji Pulang Kampung, Kini Mati-Matian untuk PSI
Prabowo Subianto Bahas Kebocoran Anggaran Rp 5.777 Triliun dengan Tokoh Oposisi