"Dahnil telah merendahkan marwah organisasi dan merusak citra pemerintah. Presiden Prabowo perlu mempertimbangkan pencopotannya," ujar Farid.
Dukungan dan Kritik dari Berbagai Pihak
Kritik terhadap Dahnil juga datang dari kalangan ulama. Mantan Wakil Sekjen MUI, Kiai Ikhsan, menilai pejabat publik harus memilih diksi yang tidak menyakiti dan memberi harapan kepada masyarakat.
Farid Idris menambahkan, publik Muhammadiyah sangat sensitif terhadap penggunaan jabatan untuk kepentingan personal. Pilihan kata Dahnil dinilai menunjukkan arogansi dan ketidakmatangan emosional.
Pentingnya Etika Komunikasi Pejabat Publik
Polemik ini menyoroti pentingnya etika komunikasi pejabat negara dalam menghadapi kritik dari tokoh masyarakat. Isu ini juga memperlihatkan tingginya perhatian publik terhadap tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang transparan dan akuntabel.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi tuntutan pencopotan tersebut.
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026