“Deviden tahunannya bukan hanya berujung di kantor-kantor di Jakarta, rumah-rumah di Jakarta, tapi biarkan deviden itu dirasakan juga oleh rakyat-rakyat yang ada di sepanjang jalan itu," kata Anies.
Contohnya, kata Anies, ketika dilakukan pembebasan lahan dengan lebar 80 meter dan panjangnya ratusan meter untuk pembangunan jalan tol, maka lahan tersebut dihitung sebagai penyertaan modal dari rakyat, yang hasilnya nanti akan dirasakan oleh rakyat di daerah tersebut.
"Maka mereka tidak hanya menjadi penonton atas kendaraan-kendaraan yang lewat di depan kampungnya, yang mereka sendiri belum tentu pernah naik tol itu, tapi mereka akan merasakan kampung kami itu, ini bisa dibangun ini bisa dibangun kenapa? Karena kami dapat 0,00 sekian persen dari manfaat ini," terang Anies.
Bukan hanya terkait jalan tol kata Anies, rest area di jalan tol juga seharusnya dimiliki oleh koperasi-koperasi di daerah jalan tol, sehingga rakyat juga mendapatkan manfaatnya.
“Ribuan mobil akan mampir ke tempat itu tiap minggu itu, (tapi) rakyat di sana menonton saja, dan pemilik tanah di situ hanya bisa menyesal, sayang sekali ya dulu tanahnya saya jual, saya nggak tahu itu bakal jadi rest area. (Penyesalan rakyat itu) karena kita tidak memasukkan unsur keadilan di dalam menyusun kebijakan," jelas Anies.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti