Dia menjelaskan dua unit sea rider itu diawaki oleh pasukan elite TNI AL dari Komando Pasukan Katak (Kopaska). Sementara untuk jumlah prajurit TNI AL yang terlibat dalam Satuan Tugas Laut Tim Pengamanan KTT Ke-43 ASEAN sebanyak 919 orang.
Fungsi Rumah Sakit
Dari jajaran kapal perang, KRI dr. Rajiman Widyodiningrat-992 juga menjalankan fungsi sebagai rumah sakit yang pelayanan dan fasilitasnya setara dengan rumah sakit tipe-B.
"Kapal ini dapat menangani (pasien) jika ada peserta KTT atau personel pengamanan yang sakit atau memerlukan penanganan medis," kata Kolonel Budyanto.
Dia mengatakan kapal perang yang dikerahkan beserta dua helikopter serang berjenis Panther dan dua sea rider pada umumnya difungsikan tidak hanya untuk menjaga kawasan perairan, tetapi untuk pencarian dan penyelamatan (SAR), evakuasi medis, dan evakuasi VVIP.
Kemudian, untuk pengamanan wilayah udara, TNI Angkatan Udara mengerahkan Pesawat Tempur F-16 dari Skadron Udara 16, Helikopter EC-725 Caracal dari Skadron Udara 8, Pesawat CN-295 Skadron Udara 2, Pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31, Pesawat B-737 400/500 dari Skadron Udara 17, Helikopter NAS-332 VVIP/VIP dari Skadron Udara 45, Helikopter NAS-332 dari Skadron Udara 6, Pesawat AS-365 Daulphin Basarnas dari Satuan Udara PP, Pesawat B-737 Intai Strategis dari Skadron Udara 5, dan Pesawat C-212 dari Skadron Udara 4.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun ke BoP: Ironi dengan Bunuh Diri Siswa SD karena Tak Beli Buku
Prabowo Diminta Tuntut Erick Thohir Soal Dugaan Penyimpangan Aset BUMN
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas