NARASIBARU.COM - Fauziah sempat masih berharap anaknya, Imam Masykur, masih hidup saat dalam penculikan anggota Paspampres dan dua teman TNI lainnya. Ibu berusia 47 tahun itu sempat mendengar Imam meminta uang tebusan Rp 50 juta agar bebas dari pelaku yang menyanderanya.
"Tanggal 12 Agustus malam minggu, dia yang langsung telepon ke ibu," ujar Fauziah saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat, 22 September 2023.
Dia juga sempat mendengar bahwa pelaku meminta uang tebusan tersebut. Kemudian Fauziah berusaha mengumpulkan uang agar bisa memenuhi permintaan pelaku.
"Ibu sudah usahakan uang, paginya sudah dapat uang, tapi enggak bisa berkomunikasi lagi," tutur Fauziah.
Saat itu, Fauziah belum mengenali bahwa yang menyandera anaknya adalah anggota Paspampres Praka Riswandi Manik dan tiga orang lainnya. Lalu dia beserta keluarga menunggu nasib Imam sekitar seminggu sambil menelusuri keberadaannya.
Kemudian dia dan anggota keluarga lainnya terbang ke Jakarta pada 23 Agustus untuk mencari langsung anaknya. "Waktu ibu ke Jakarta, gak berpikiran bahwa dia sudah meninggal. Ibu berharap sangat dia masih hidup," kata Fauziah.
Ternyata Imam ditemukan tewas di perairan sungai di wilayah Karawang, Jawa Barat, pada 13 Agustus 2023. Tubuh korban sempat dibawa ke RSUD Karawang setelah dievakuasi.
Artikel Terkait
Isi Pertemuan Prabowo dan Susno Duadji: Bahas Ancaman Oligarki di Sektor Tambang & Perbankan
Prabowo Subianto 2 Periode di Pilpres 2029: Analisis Alasan Gerindra Tak Perlu Gibran
Kritik Jokowi: Dinilai Terlalu Dini Wacanakan Dua Periode Prabowo-Gibran
Analisis Dukungan Partai untuk Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Potensial?