"Menurut saya itulah modal dan saya harus mengatakan dengan jujur seperti itu," tambahnya.
Luhut memang diberikan banyak tugas oleh Jokowi, selain mengurusi kemaritiman dan investasi. Bahkan pada awal September 2023, Luhut dipercaya memimpin Ketua Penanggung Jawab Bidang Substansi Panitia Nasional Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Forum Negara Pulau dan Kepulauan (Archipelagic and Island States Forum) atau KTT AIS 2023.
Ia juga diminta Presiden Jokowi untuk mengatasi polusi udara di Jabodetabek, setelah sebelumnya mengurus minyak goreng, COVID-19, sampai sumber daya air. Luhut juga mengurusi persoalan lahan sawit.
Hingga pertengahan 2022 lalu, Menko Maritim dan Investasi itu mengaku mendapat 27 tugas tambahan dari Presiden. Beberapa di antaranya memang sudah berakhir. Seperti Koordinator PPKM Jawa Bali, Wakil Ketua KPC PEN, Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara G20, memimpin Penanganan Masalah Kelangkaan Minyak Goreng, dan sejumlah tugas lainnya. Ada yang berakhir, tapi ada juga tugas baru yang ditambahkan kepada Luhut.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Bahas Kebocoran Anggaran Rp 5.777 Triliun dengan Tokoh Oposisi
Kaesang Pangarep Menangis di Rakernas PSI, Janji Perjuangan Habis-habisan Demi Menang Pemilu 2029
Gus Yahya Dikukuhkan Kembali sebagai Ketua Umum PBNU, Muktamar Ke-35 NU Dijadwalkan 2026
Kekeliruan Rektor UGM Soal Tanggal Lulus Jokowi: Fakta dan Kronologi Lengkap