Narasi besar dan cita-cita Bung Karno soal trisakti, kata Rizal Ramli hanya jadi slogan karena menurut dia sama sekali tidak tercermin dalam kebijakan pro rakyat.
“Nasionalisme-trisakti cuma slogan pidato doang. Kebijakannya kagak ada trisaktinya. Kagak ada nasionalismenya,” ujar dia menyayangkan.
Seharusnya, menurut dia, sudah saatnya para elite politik ataupun partai politik peserta pemilu hanya menjadikan kelompok NU dan kelompok nasionalis sebagai lumbung suara di tahun politik.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun ke BoP: Ironi dengan Bunuh Diri Siswa SD karena Tak Beli Buku
Prabowo Diminta Tuntut Erick Thohir Soal Dugaan Penyimpangan Aset BUMN
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas