"Saya sebagai mantan panglima TNI Saya menjamin apa yang dilakukan prajurit TNI (waktu itu) selalu bertumpu pada jiwa sapta marga. Sebagai patriot Indonesia yang selalu membela ideologi negara, sejatinya kami ini sudah disumpah sebagai bhayangkari negara dan itu tidak pernah kita ingkari," kata Wiranto.
Sebagai informasi, nama Wiranto sendiri sempat terseret dengan isu dugaan pelanggaran HAM 1998 bersama Prabowo Subianto. Sebab awalnya isu tersebut hanya menyasar Prabowo sebagai calon presiden yang berpasangan dengan Hatta Rajasa sebagai cawapres di Pemilu 2014.
Wiranto sendiri saat itu berada di kubu pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Pada Pilpres 2014 silam, Wiranto yang merupakan mantan Panglima ABRI sempat ikut 'menggoreng' isu pelanggaran HAM yang menyeret nama Prabowo Subianto.
Karena kasus tersebut, Wiranto akhirnya dipanggil oleh Bawaslu karena dilaporkan melakukan kampanye hitam oleh kubu Prabowo-Hatta.
Saat itu, Wiranto menyatakan, penjelasannya soal bocornya surat DKP dan isinya tentang pemberhentian Prabowo Subianto sudah disampaikan secara proporsional.
"Sebenarnya penjelasan yang saya berikan proporsional dan setelah itu kalau tidak setuju, tidak seperti yang dipahami beliau-beliau itu. Saya kira Pak Prabowo bisa sampaikan keberatan kepada saya dan menjelaskan mana-mana yang tidak sesuai," ucap Wiranto dalam jumpa pers usai memberikan klarifikasi di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakpus, Selasa (24/6/2014).
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah