"Pak Ganjar dulu adalah Gubernur Jawa Tengah, Yesus itu adalah Roh Kudus, dan Kudus adanya di Jawa Tengah," ungkap Yenny disambut tawa dan tepuk tangan peserta dialog.
Sementara itu, Ganjar Pranowo sempat bercerita saat dirinya bertemu dengan Guru Besar Filsafat Romo Magnis Suseno. Dia mengatakan Romo Magnis mengingatkan Pemilu bukan mencari orang yang paling baik, tapi mencegah orang jahat berkuasa.
"Waktu saya bertemu Romo Magnis, senang sekali saya ngobrol 'Kalau saya sikapnya jelas, Pak Ganjar'. Jelas apa romo? Saya udah girang, saya pikir mau dukung saya gitu. (Dia bilang) 'Kalau saya sikapnya jelas seperti yang saya omongkan, bahwa dalam Pemilu itu tidak sedang mencari orang yang paling baik, orang yang mumpuni, tidak, tapi mencegah orang jahat berkuasa'. Saya pikir mau dukung saya," ucap Ganjar.
"Lalu saya diberi buku yang sangat legend, bukunya beliau, 'Etika Politik'. Mudah-mudahan bapak ibu tadi malam nonton debat. Biasa saja pak, iya nonton nggak usah pakai ketawa. Ketawa itu menunjukkan sesuatu," imbuhnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: paradigma.co.id
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah