"Dulu, saya memilih Presiden yang jenderal hebat dan berwibawa. Alhamdulillah saya tidak salah pilih," paparnya.
Namun, Dokter Tifa juga pernah salah memilih presiden. Menurutnya, presiden yang salah dipilihnya itu memiliki ciri-ciri terlihat kurus kering dan sederhana, tetapi ternyata semua itu dianggap telah menipunya.
"Dulu saya memilih presiden yang membuat saya terpesona karena dia tampak ndeso, kurus kering, dan sederhana maka saya pikir dia baik. Astaghfirullah ternyata saya tertipu gorong-gorong. Kini, saya tidak mau terpesona pada bayang-bayang dan ilusi yang diciptakan media," tegasnya.
Meski tidak menyebutkan nama siapa capres pilihannya, Dokter Tifa mengungkap dirinya sudah bersabahat dengan bakal capres itu selama 30 tahun lamanya.
"Setelah beberapa kali Pemilu, sejak punya hak untuk menjadi pemilih, baru kali ini saya berkesempatan memilih orang yang betul-betul saya kenal. Tidak cuma kenal nama, kenal di berita, kenal dari televisi atau sosial media, saya mengenalnya sebagai sahabat baik lebih dari 30 tahun," bebernya.
"Saya kenal masa kecilnya, masa remajanya, masa dewasanya, dan saya bisa menjadi saksi bahwa dia adalah orang baik. Kedua capres yang lain bukan orang yang saya kenal. Sama seperti Anda semua, saya hanya kenal nama, dan reputasi serta sejarah hidup yang dipaparkan sosial media. Kenyataannya seperti apa, saya tidak tahu," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun ke BoP: Ironi dengan Bunuh Diri Siswa SD karena Tak Beli Buku
Prabowo Diminta Tuntut Erick Thohir Soal Dugaan Penyimpangan Aset BUMN
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas