Karena itu, Anas dengan tajam meminta SBY berhenti bicara tentang 'chaos'. Menurutnya, pernyataan itu hanya menimbulkan kecemasan dan kegaduhan di tengah masyarakat.
"Jadi lebih baik Pak SBY tidak bicara 'chaos' terkait dengan pergantian sistem pemilu di tengah jalan. Tidak elok bikin kecemasan dan kegaduhan. Cukuplah bicara dalam konteks setuju atau tidak. Itu perihal perbedaan pendapat yang biasa saja," tandas Anas.
Sebagai informasi, hubungan antara Anas Urbaningrum dan SBY telah memanas menjelang pergantian kepemimpinan Partai Demokrat. Situasi semakin memburuk ketika Anas masuk penjara atas tuduhan korupsi Hambalang.
SBY juga dikabarkan tidak menyetujui niat Anas untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, namun Anas terpilih sebagai ketum dalam kongres.
Ketika KPK menyelidiki kasus dugaan korupsi Anas, muncul spekulasi bahwa penetapan Anas sebagai tersangka kasus Hambalang merupakan bagian dari upaya untuk menggulingkan Anas dari posisi ketua umum Demokrat. Namun, pengadilan korupsi memutuskan bahwa Anas bersalah dan harus dipenjara.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah