Soal siapa Capres maupun Cawapres yang bakal diusung pada Pilpres 2024, sambung Akbar, seharusnya dikembalikan kepada partai politik yang memiliki kewenangan itu.
“Setiap partai punya Capres masing-masing, yang berdaulat rakyat. Kita serahkan sepenuhnya kepada lembaga yang menentukan Capres, itu saja ya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, cawe-cawe yang dilakukannya pada perpolitikan nasional tidak lain dalam rangka mengemban kewajiban moral untuk bangsa dan negara.
“Cawe-cawe itu sudah saya sampaikan, bahwa itu tanggung jawab moral saya sebagai presiden dalam masa transisi kepemimpinan nasional,” kata Jokowi, saat jumpa pers, usai Rakernas III PDIP, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6).
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah