Rocky menyebut keterlibatan Jokowi dalam dunia politik adalah sesuatu yang alami. Terlebih seluruh anak-anaknya kini telah terjun ke panggung politik. Ia menilai politik sudah menjadi bagian dari DNA Jokowi.
“Pensiun tentu tidak mungkin karena dia masih harus terlibat mempersiapkan anak-anaknya, dia masih harus beraktivitas secara intensif untuk menggalang potensi dia kembali berpengaruh, atau paling tidak ada di dalam lingkaran politik elite," jelasnya.
Terkait pilihan partai, Rocky menyebut masuk akal jika Jokowi memilih PSI dibanding partai lain seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), karena alasan efisiensi dan keterlibatan keluarga.
“Jadi sangat mudah sebetulnya Jokowi memilih PSI ketimbang harus keluar uang (untuk) masuk PPP. Kan PPP tiketnya mahal juga, lebih baik memperbesar peternakan politiknya yang sudah jadi," pungkasnya
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah