Adapun langkah yang dilakukan Kemenkeu di antaranya membangun carbon market (pasar karbon), dan mengenalkan carbon tax (pajak karbon) secara bertahap.
Sementara, dalam negosiasi internasional, Kemenkeu juga dikatakan telah berupaya mendapatkan dukungan global untuk agenda penurunan emisi karbon di Indonesia.
Sri Mulyani mencontohkan, energy transition mechanism (mekanisme transisi energi) yang selama ini sudah diumumkan, membentuk country platform dan membangun blended finance (pendanaan campuran) dalam rangka meningkatkan peran energi terbarukan dan mengendalikan peranan dari energi yang berasal dari fosil fuel.
“Sehingga Indonesia bisa tetap tumbuh tinggi namun emisi karbon yang berasal dari energi nya makin menurun atau bisa turunkan,” sambung Sri Mulyani.
Pada pekan depan, Indonesia sendiri dikabarkan akan menghadiri Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC) di Dubai, yang salah satunya akan membahas pendanaan untuk agenda keberlanjutan.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara
Impor Barang Bekas ke RI Meledak, dari 7 Ton jadi 3.600 Ton
Harga BBM Dex Series Naik Lagi per 1 November 2025
Makin Pede! Menkeu Purbaya Pamer Topi “8%”