Imron Rosyadi telah melakukan berbagai persiapan dan pembenahan. Diantaranya ialah infrastruktur. Sebuah jalan telah disiapkan di sentra garam terbesar di Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan.
"Kami siapkan infrastruktur. Ada peningkatan jalan dan pembangunan jembatan di Bungko Lor untuk memudahkan lalu lintas garam produksi lokal Cirebon," tutur Imron Rosyadi.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Cirebon, tengah menyiapkan fasilitas berupa Gudang Garam Rakyat (GGR) untuk menampung produksi garam sebelum didistribusikan ke berbagai perusahaan yang membutuhkan.
Bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Kelautan Jawa Barat, termasuk Kementrian Kelautan dan Perikanan, telah dibentuk Koperasi Tirtama Mukti Abadi di Desa Muara, Kapetakan, yang menangani usaha garam.
Melalui Koperasi Tirta Mukti Abadi, bahkan telah dilakukan pelatihan proses produksi menggunakan teknologi untuk menghasilkan garam yang berkualitas tinggi.
Petani garam di pesisir pantura Kabupaten Cirebon, sebagian mulai memproduksi garam meja dan garam kristal yang sangat dibutuhkan oleh ebrbasgai jenis industri.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: cirebonraya.com
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara