Diplomasi ekonomi yang dilakukan Jokowi menghasilkan peningkatan investasi asing yang meroket dibandingkan ketika ia pertama kali menjabat satu dekade lalu.
“Pada tahun 2014, Indonesia menarik investasi asing sebesar USD 28,5 miliar. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2023, investasi asing mencapai sekitar USD 37,8 miliar, naik lebih dari 32 persen,” kata Retno saat memberikan keterangan pers tahunannya di Bandung, Senin.
Retno kemudian mengatakan, diplomasi ekonomi telah menghasilkan sejumlah investasi strategis.
Sebagai contoh, perusahaan energi bersih Uni Emirat Arab, Masdar – yang bermitra dengan perusahaan listrik milik negara PLN – berinvestasi di pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar di Asia Tenggara di Cirata.
Mitra Indonesia di Asia Timur telah berinvestasi dalam sistem transportasi negara ini.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bisnispekanbaru.com
Artikel Terkait
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara
Impor Barang Bekas ke RI Meledak, dari 7 Ton jadi 3.600 Ton
Harga BBM Dex Series Naik Lagi per 1 November 2025