"Sekarang mereka (parpol) memilih untuk membagikan sembako atau uang tunai dibanding bagi-bagi kaos, tren ini sudah sangat berubah. Saya sendiri sangat suprise sekali ya karena dalam jangka waktu lima tahun terakhir ini perubahannya drastis," jelasnya.
Sebelumnya, sepinya pendapatan pelaku UMKM pada masa kampanye Pemilu 2024 tersebut didasarkan pada hasil wawancara dengan 15 pelaku UMKM. Mereka berada di area Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen.
“Tadinya kan tidak online dan offline, itu sangat berpengaruh sekali. Bukan karena (tidak suka bagi-bagi kaos) gitu karena harga (kampanye online) lebih murah saja,” kata Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Yulius, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: TikTok Shop Resmi Dilarang, Akumindo : UMKM Harus Tingkatkan Kualitas Produknya
Menurutnya, sejumlah pedagang mengaku penjualan produk untuk kampanye pada periode pemilu sebelumnya yakni pada tahun 2019 dirasakan lebih baik dibandingkan pemilu tahun ini.
Dinia pun juga menilai adanya penurunan penjualan produk untuk kampanye cukup drastis sekitar 40-90 persen.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: wowindonesia.id
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara