BISNIS PEKANBARU - Sungguh malang nasib perusahaan Toshiba.
Toshiba dikeluarkan dari bursa (listing) pada Rabu setelah 74 tahun berada di bursa Tokyo.
Hal ini terjadi menyusul pergolakan dan skandal selama satu dekade yang menjatuhkan salah satu merek terbesar di Jepang dan menyebabkan terjadinya pembelian serta masa depan yang tidak pasti.
Perusahaan ini sebelumnya telah diambil alih oleh sekelompok investor yang dipimpin oleh perusahaan ekuitas swasta Japan Industrial Partners (JIP) yang juga mencakup perusahaan jasa keuangan Orix, utilitas Chubu Electric Power, dan pembuat chip Rohm.
Pengambilalihan senilai USD 14 miliar (S$18,6 miliar) ini menempatkan Toshiba di tangan domestik setelah perselisihan berkepanjangan dengan aktivis investor luar negeri yang melumpuhkan pembuat baterai, chip, serta peralatan nuklir dan pertahanan.
"Toshiba sekarang akan mengambil langkah besar menuju masa depan baru dengan pemegang saham baru," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa mereka akan menghargai pengertian dan dukungan berkelanjutan dari para pemangku kepentingannya.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara