Dolfie menilai bahwa rentang defisit anggaran untuk tahun 2025 tersebut relatif tinggi, dengan ruang belanja yang ditetapkan pada kisaran Rp3.500 triliun.
Bahkan, dia mengatakan, tingkat defisit APBN untuk 2025 tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah transisi pemerintahan Indonesia.
“Defisit transisi ini yang paling tinggi dari proses transisi yang pernah ada. Jadi seharusnya lebih rendah defisitnya,” katanya dalam rapat kerja Banggar DPR RI bersama dengan Pemerintah, Selasa (4/6/2024).
Sebagaimana diketahui, berdasarkan aturan perundang-undangan, APBN pemerintahan mendatang dirancang dan ditetapkan oleh pemerintahan saat ini bersama dengan DPR.
Dengan defisit dan anggaran belanja yang sudah dirancang tinggi oleh pemerintahan saat ini, dia mengatakan hal itu berpotensi mempersempit ruang belanja pemerintahan baru.
Tim Prabowo dan Sri Mulyani Bahas Target Jaga Defisit APBN 3% Hingga Pertumbuhan Ekonomi 8%
Di sisi lain, pemerintahan yang baru harus menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 paling lambat 3 bulan setelah dilantik.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara