Selain itu, kata Anthony, anjloknya rupiah ke level miris ini, menunjukkan kinerja Bank Indonesia (BI) yang jeblok. Atau gagal menahan laju penurunan rupiah yang sangat cepat dan dalam.
"Etape kurs rupiah selanjutnya menuju Rp17.000 per dolar AS. Aroma krisis ekonomi semakin terasa," pungkasnya.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara