"Pelaku mengajak korban keluar rumah dan menyerangnya dengan besi. Terjadi perkelahian sengit di antara keduanya," ungkap Kapolres Anton dalam konferensi pers pada Selasa (2/1/2023).
AP kemudian mengambil cor-coran untuk alas tiang bendera, dan tanpa ampun memukulkan benda keras itu ke tubuh korban hingga menyebabkan kematian. Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri melalui kebun milik korban.
Warga yang mengetahui insiden mengerikan ini segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulung. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan menetapkan AP sebagai buronan.
Namun, keesokan harinya. AP secara sukarela menyerahkan diri kepada aparat kepolisian setelah bertemu dengan keluarganya.
Baca Juga: 4 Zodiak yang Kurang Beruntung di Tahun 2024, Tetap Semangat dan Bersabar
Menurut Kapolres Anton, pelaku mengaku bahwa tindakan pembunuhan tersebut dilakukan karena merasa sakit hati atas perlakuan yang diterima oleh ibunya dari korban.
"Pelaku akan dihadapkan pada hukuman berat, yakni 15 tahun penjara, sebagai akibat dari tindakan keji yang telah dilakukannya," pungkas Kapolres Anton Prasetyo.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jawatimuran.com
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Markas Judi Online Kamboja di Palembang, 2 Pelaku Diamankan
APH Ditantang Periksa Jokowi Terkait Kasus Korupsi Minyak Pertamina dan Kuota Haji
Kejagung Geledah Rumah Siti Nurbaya, Dugaan Korupsi Sawit Rp 450 Triliun Terungkap
Harga Chromebook Kemendikbud Rp 5,7 Juta, Nadiem Makarim Bantah Keras Isu Rp 10 Juta